Ini adalah pengalaman seorang MUA yang paling menyedihkan sepanjang 10 tahun pekerjaannya sebagai MUA, kisahnya adalah
“Sudah kamu menangis hari ini?”
Kalau Tanya saya, ya….kisah ini memang membuat dada sesak.
Saya MUA, lebih 10 tahun sudah berpengalaman merias makeup, dan sudah banyak bermacam-macam cerita pengantin. Tapi yang satu ini, saya merasa ini adalah pengalaman yang akan saya ingat sampai saya tua.
Pagi itu, jam 7 saya mulai makeup seorang pengantin yang cantik, tenang, lembut sekali orangnya. Dalam bersiap-siap, dia sempat bercerita.
“Lama dia ajak saya untuk menikah sis… empat tahun baru saya membuka hati saya”
Dia senyum, kemudian saya suapkan dia makanan. Dia sholat, dia berdzikir, dia baca Qur’an sementara sambil menunggu waktu untuk menikah. Bibir dia tak lekang menyebut nama Allah.
Jam makin dekat. Semua tamu undangan sudah ramai. Topk kadi sudah sampoai juga, MC juga sudah mulai berbicara dan buat pengumuman.
Pengantin pegang bunga, kemudian tersenyum kepada saya.
Okay sis…anytime now.”
Tapi pengantin lelaki tak juga sampai.
Call tak di jawab, chat hanya tinggal centang satu.
Saya mulai gelisah.
“Sis…semua okay? Sata bertanya perlahan kepadanya.
Dia tengok telefon dan tersenyum tipis.
“Mungkin dia driving…”
Tapi…waktu terus berjalan.
3.30 petang
Tok Kadi mau pergi ke tempat pernikahan lain.
Tangan dia mulai gemetaran. Tapi muka dia…masih tenang.
Tiba-tiba dia berlari..
“Jom sis, turun bawah.”
Saya menyangka pengantin lelaki sudah sampai.
Rupa-rupanya tidak sampai juga.
Dia berdiri di depan semua tamu undangan. Minta mikrofon kepada MC.
Dan dengan suara yang langsung tak gemetaran. Dia cakap….
“Ibu, abah….saya minta maaf. Hari ini saya mencoreng arang ke muka ibu dan abah. Kepada semua tamu undangan…anggaplah hari ini majlis rumah terbuka untuk semuanya.”
Waktu itu saya rasa seluruh rumah berhenti bernafas.
Ibunya hampir pingsan.
Abahnya marah.
Semua tamu undangan terdiam.
Tapi dia….masih berdiri.
Masih menjaga maruah dirinya walau hatinya sedang pecah, hancur dan remuk.
Lepas semua, dia naik ke bilik. Bila saya buka veil dia….
Dia peluk saya kuat.
Barulah dia menangis…
Pecah
Hancur
Saya bisik pada dia…..
“Allah sayang sis…Allah jaga sis…”
dia angguk sambil menangis dan sempat bergurau,
“Tahan juga makeup sis…”
Dalam air mata, dia masih bisa tertawa.
Dan saya waktu itu sadar…
Inji bukan wanita biasa
Baru kemudian saya tahu, sebenarnya tanda-tanda itu sudah lama ada.
Tiga bulan sebelum nikah, keluarga dapat kabar bahawa lelaki itu ada perempuan lain.
Dua minggu sebelum acara, seorang wanita menghubungi dia…mengaku sedang hamil anak lelaki itu.
Seminggu sebelum acara pernikahan, siap hantar gambar di klinik.
Dia tahu semua itu
Dia nampak red flag
Tapi dia serrahkan semua pada Allah
Dia pernah berkata pada lelaki itu…
“ Kalau awak pilih perempuan itu, betulkan kesilapan awak. Kalau pilih saya, saya terima dengan jujur.”
Coba tengok jiwa perempuan ini
Tak memaksa
Tak merampas
Tak memiliki dendam
Dia Cuma memilih reda, pasrah
Dan paling saya tak boleh lupa, masa saudara mara peluk dia sambil cakap tabahlah…
Dia jawab,
“Ini bukan ujian…ini nikmat untuk saya”.
Nikmat.
Siapa mampu berkata begitu say dikhianati di atas pelaminan sendiri?
Di situ saya fam…
Kadang Allah gagalkan sesuatu bukan untuk menghukum.
Tapi untuk menyelamatkan
Kadang nikah yang batal itu, sebenarnya perlindungan
Kadang malu sehari, menyelamatkan tangisan seumur hidup
Dan mungkin benar…..
Ini pengantin yang Allah jaga.
Saya percaya, perempuan sebaik ini…tidak mungkin dibiarkan Allah bersedih selamanya
Untuk siapa saja yang membaca ini…
Awak tidak kalah
Awak tidak gagal
Awak tidak ditinggalkan
Awak sedang diselamatkan
Semoga Allah gantikan dengan lelaki yang lebih jujur, lebih bersih hatinya, lebih takut pada Tuhan, dan lebih tahu menghargai perempuan sebaik awak
Dan untuk yang sedang nampak red flag dalam hubungan….
Jangan abaikan suara hati
Jangan paksa jodoh yang Allah sedang coba jauhkan
Kadang putus itu rahmat
Kadang batal itu perlindungan
Kadang yang tidak jadi….sebenarnya sedang Allah ganti dengan yang lebih baik
Semoga kisah ini jadi pelajaran, dan semoga pengantin ini dipertmukan dengan jodoh yang benar-benar layak memimpin tangannya ke surga..aamiiin…
(Kredit: Farah Bakar)























