Tewas Lompat dari Lantai 4, Adriel Viari Purba Sebagai Majikan Utama Ditetapkan Sebagai Tersangka

Heboh art loncat gedung

Kasus tragis dua asisten rumah tangga (ART) atau PRT yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah indekos di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menghebohkan publik. Salah satu korban meninggal dunia, sementara yang lain mengalami patah tulang.

Adriel Viari Purba, seorang pengacara sekaligus content creator yang juga merupakan calon legislatif (caleg) gagal dari Partai Gerindra untuk DPRD Kota Tangerang Selatan pada Pemilu 2024, kini terseret sebagai tersangka utama dalam kasus ini. Ia dituding sebagai majikan yang melakukan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap kedua ART tersebut, sehingga mereka nekat kabur dengan cara melompat dari lantai tinggi.

Menurut informasi yang beredar, kedua ART berinisial R (30) dan D (15-18) melompat pada 22 April 2026 malam. Mereka diduga tidak tahan lagi dengan siksaan dan tekanan dari majikan. Satu korban tewas di tempat, sedangkan korban lainnya selamat namun mengalami luka serius berupa patah tulang.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka, termasuk Adriel Viari Purba sebagai majikan utama yang mempekerjakan salah satu korban sejak November 2025. Dua tersangka lainnya berperan sebagai perekrut. Adriel Viari Purba resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada awal Mei 2026 atas dugaan kekerasan, penyekapan, serta perlakuan tidak manusiawi terhadap pekerja rumah tangga. Polisi juga mendalami dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi anak di bawah umur.

Di media sosial, tudingan terhadap Adriel Viari Purba sebagai majikan kejam terus bergaung keras. Netizen mengecam perlakuan sadis yang diduga dilakukan, hingga membuat kedua ART memilih melompat demi melarikan diri. Kasus ini semakin menyita perhatian karena latar belakang Adriel sebagai mantan caleg Gerindra yang gagal di Pilleg 2024.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat tentang pentingnya perlindungan hak pekerja rumah tangga dan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan, terlepas dari status sosial atau latar belakang pelaku.

Polisi terus mendalami kasus ini. Perkembangan terbaru akan terus dipantau. Semoga keadilan segera ditegakkan bagi para korban.