Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak bangsa. Namun, tidak semua anak Indonesia memiliki akses yang setara untuk mengecap pendidikan yang layak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu atau yatim piatu. Menjawab tantangan ini, hadir dua inisiatif besar yang menawarkan harapan nyata: Sekolah Rakyat, inisiatif pemerintah, dan Rumah Solusi Aisyah Al Ma’soem (Rusol), program sekolah gratis yang digagas sektor swasta.
Sekolah Rakyat diluncurkan oleh Kementerian Sosial pada 14 Juli 2025, sebagai bentuk konkret upaya negara dalam membangun mobilitas sosial bagi keluarga miskin ekstrem. Diperuntukkan bagi anak-anak dari Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, Sekolah Rakyat menawarkan pendidikan gratis lengkap, mulai dari biaya sekolah, seragam, makanan bergizi, hingga tempat tinggal dan layanan kesehatan. Program ini berbasis boarding school dan saat ini sudah berjalan di lebih dari 60 lokasi di Indonesia, dengan ekspansi ke 100 titik hingga akhir 2025.
Tak hanya memberikan akses, Sekolah Rakyat juga menghadirkan kurikulum yang menekankan pembentukan karakter, nasionalisme, dan keterampilan abad ke-21 seperti keamanan siber dan data sains. Melalui sistem pembelajaran berbasis digital dan pemantauan perkembangan siswa secara real-time, program ini menjawab kebutuhan masa depan dengan pendekatan yang sistematis dan progresif.
Di sisi lain, Rumah Solusi Aisyah Al Ma’soem telah lebih dulu hadir sejak 2011 sebagai respons atas keprihatinan mendalam Yayasan Al Ma’soem terhadap nasib anak-anak terlantar, yatim piatu, dan anak-anak dari keluarga bermasalah. Berlokasi di Rancaekek, Sumedang, Rusol menyediakan sekolah gratis berbasis asrama dengan pendekatan yang menyentuh aspek intelektual, emosional, dan spiritual anak-anak. Mulai dari pendidikan formal, tahfidz Qur’an, pembinaan karakter, olahraga sunnah, hingga pelatihan wirausaha dan life skill, seluruh kegiatan didesain untuk membentuk generasi yang tangguh dan mandiri.
Kegiatan harian anak-anak di Rusol disusun secara terstruktur, dimulai dari shalat Subuh berjamaah, sekolah formal, belajar mandiri, hafalan Al-Qur’an, hingga konseling dan rekreasi berkala. Di akhir pekan, anak-anak juga dilibatkan dalam kerja bakti, pelatihan mandiri, tausiyah, dan ziarah ke makam pendiri sebagai bentuk penghormatan pada nilai perjuangan. Semua fasilitas diberikan secara cuma-cuma kepada anak-anak dari berbagai daerah di Jawa Barat dan sekitarnya.
Baik Sekolah Rakyat maupun Rusol menunjukkan bahwa peran pemerintah dan swasta bisa berjalan berdampingan, bahkan saling melengkapi. Sekolah Rakyat hadir dengan cakupan nasional dan pendanaan negara, sementara Rusol tampil dengan pendekatan personal dan nilai-nilai keislaman yang kental. Keduanya menyasar anak-anak rentan, menghapus hambatan akses, dan memberikan ruang tumbuh yang sehat secara holistik.
Dalam era yang semakin menuntut kolaborasi, model seperti Sekolah Rakyat dan Rumah Solusi Aisyah Al Ma’soem dapat menjadi inspirasi bagi daerah dan lembaga lainnya untuk memperluas cakupan sekolah gratis yang berdampak nyata. Melalui teknologi, pembinaan berkelanjutan, dan jaringan pendidikan yang inklusif, Indonesia bergerak menuju masa depan yang lebih adil.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program Rusol, hubungi Bapak Ato Taufik di 0811 2243 67 atau kunjungi Jl. Raya Bandung–Garut Km. 25, Rancaekek, Cihanjuang, Sumedang, Jawa Barat. Untuk Sekolah Rakyat, ikuti informasi resminya di sekolahrakyat.kemensos.go.id. Mari bersama membangun jembatan masa depan melalui pendidikan yang bermartabat untuk semua.























