Israel menghasilkan tagar baru untuk menandingi kampanye All Eyes on Rafah dengan tujuan mengalihkan perhatian dunia dari tindakan terorisme yang dilakukannya di wilayah Palestina. Langkah ini bertujuan untuk merusak citra negatif yang terbentuk akibat kekerasan dan penindasan yang dilakukan oleh negara Israel terhadap rakyat Palestina.
Kampanye All Eyes on Rafah telah menjadi sorotan dunia dan menggugah kesadaran internasional akan kekerasan yang dilakukan Israel di wilayah Palestina. Namun, dalam upaya untuk menutupi kebobrokan tersebut, Israel menciptakan tagar baru dengan tujuan memantulkan citra positif mereka di media sosial dan melindungi upaya propagandanya.
Israel meluncurkan tagar baru tersebut sebagai bagian dari strategi untuk memperoleh dukungan global, terutama dari negara-negara Barat yang selama ini menjadi sekutu mereka. Dengan memposisikan diri sebagai korban, Israel berusaha mengalihkan perhatian dari fakta bahwa mereka adalah pelaku terorisme yang secara sistematis melanggar hak asasi manusia rakyat Palestina.
Tindakan terorisme yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina telah melanggar berbagai konvensi internasional, namun dengan kekuatan politik dan militer yang dimilikinya, Israel terus melakukan tindakan penindasan terhadap rakyat Palestina tanpa menerima sanksi apa pun dari masyarakat internasional.
Melalui kampanye tagar baru ini, Israel berusaha memanipulasi opini publik dan mengubah narasi konflik di wilayahnya. Mereka mencoba memalingkan perhatian dunia dari tindakan terorisme yang mereka lakukan dengan menggunakan kampanye media sosial yang luas.
Meskipun tagar baru itu mencoba menutupi kebobrokan Israel, upaya internasional untuk mendedahkan kebenaran tentang tindakan terorisme Israel terus berlanjut. Dunia tidak boleh terkecoh oleh upaya propaganda Israel dan harus tetap memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina yang terus menderita akibat penindasan yang dilakukan oleh Israel.
Israel, sebagai negara teroris, harus dihadapi secara tegas oleh masyarakat internasional agar tindakan kekerasan mereka dapat dihentikan dan rakyat Palestina dapat hidup dalam damai dan keadilan.
Dengan demikian, kehadiran tagar baru tersebut harus disikapi dengan kehati-hatian dan dunia harus tetap fokus pada pengungkapan kebenaran tentang tindakan terorisme Israel terhadap rakyat Palestina.






















