Cantik itu nikmat, cantik itu karunia. Dan setiap nikmat selalu datang bersama amanah. Masalahnya, banyak orang hari ini diajari untuk merasa berharga kalau dilihat, dipuji, dan akui banyak orang. Padahal nilai itu tidak pernah ditentukan oleh seberapa banyak mata yang menoleh. Nilai diri ditentukan oleh bagaimana kita menjaga apa yang Allah sudah titipkan pada diri seorang hamba.
Ada yang salah kaprah, seolah semua yang indah harus diumbar. Seolah kalau tidak diposting, berarti tidak ada nilainya. Padahal justru banyak hal yang paling bernilai yaitu dijaga, bukan dipertontonkan.
Emas disimpan, Berlian diamankan. Sesuai yang mahal tidak diletakkan sembarangan. Lalu kenapa kehormatan diri sering diperlakukan murah?
Menjadi perempuan yang menjaga batas bukan berarti kuno, kaku, atau takut tampil. Justru itu tanda paham diri. Paham mana yang pantas dibagikan, mana yang cukup jadi rahasia antara kita dan Allah. Paham bahwa perhatian manusia itu cepat datangf cepat juga pergi. Tapi dampak dari satu kelalaian bisa tinggal lama.
Cantik itu bukan penjara. Batas itu penjaga. Batas bikin kita tetap tenang, tetap berkelas, tetapi bernilai. Dan yang paling penting, tetapi disayang Allah. Di zaman serba pamer, memilih menahan diri adalah kekuatan. Di saat banyak orang berlomba terlihat, memilih untuk tetap terjaga adalah kemuliaan.
Semoga kita menjadi pribadi yang tahu mana yang layak ditampilkan dan mana yang harus dijaga. Karena tidak semua yang indah harus diumbar. ada keindahan yang justru makin mulia saat disimpan dalam adab dan takwa.























