Dinas Lingkungan Hidup Mojokerto terus menunjukkan komitmen kuat dalam menangani persoalan pengelolaan sampah secara profesional, efisien, dan berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, volume sampah di wilayah Mojokerto mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kondisi ini menutut adanya sistem pengelolaan sampah yang modern dan berdaya guna tinggi agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, DLH Mojokerto melakukan langkah strategis dengan melaksanakan program peremajaan alat berat yang digunakan di lokasi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) dan unit pengolahan sampah terpadu.
Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memperpanjang umur opersional peralatan sekaligus memperkuat sistem pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mojokerto menegaskan bahwa peremajaan alat berat merupakan investasi penting dalam mendukung pelayanan publik di bidang kebersihan dan lingkungan hidup. Selama ini, beberapa alat seperti bulldozer, excavator, dan loader telah beroperasi selama bertahun-tahun dan mulai mengalami penurunan kinerja.
Kondisi tersebut dapat menghambat proses pengolahan, pemindahan, serta penataan timbunan sampah di lokasi TPA. Oleh karena itu, pembaruan armada menjadi keharusan agar kegiatan pengelolaan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien.
Selain peremajaan alat, DLH juga memperkuat sistem pengelolaan berbasis prinsip reduce, reuse, recycle (3R). melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pembentukan bank sampah di berbagai kelurahan, diharapkan volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan.
Masyarakat diajak berperan aktif dalam memilih sampah sejak dari sumbernya, memanfaatkan sampah organik untuk kompos, dan menjual sampah anorganik bernilai ekonomi ke bank sampah.
Program peremajaan alat berat ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Mojokerto sebagai kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan kerja.
DLH Mojokerto berkoitmen melaksanakan pemeliharaan rutin terhadap seluruh peralatan baru agar tetap dalam kondisi optimal. Selain itu, peningkatan kompetisi sumber daya manusia juga menjadi fokus utama.
Operator alat berat dan petugas lapangan diberikan pelatihan berkala mengenai teknik pengoperasian, keselamatan kerja, serta pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, diharapkan pengelolaan sampah di Mojokerto dapat semakin profesional dan berkelanjutan. Pemerintah daerah optimistis, peremajaan alat berat bukanhanya memperlancar operasional harian, tetapi juga menjadi simbol nyata dari komitmen untuk mewujudkan Mojokerto yang bersih, asri, dan bebas dari persoalan sampah.
Melaui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Mojokerto meneguhkan diri sebagai daerah yang terus berinovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Upaya DLH dalam memperbarui sarana dan memperkuat sistem pengelolaan sampah merupakan bukti nyata bahwa keberlanjutan bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret menuju masa depan kota yang lebih hijau dan sehat.























