7 Pengalaman yang Perlu Dikenalkan pada Anak untuk Membangun Kebiasaan Sehat

Klinik gigi anak

Masa anak-anak merupakan masa pertumbuhan yang harus diisi dengan berbagai pengalaman baru untuk bekal di masa depan. Ini berarti ada begitu banyak hal yang bisa kalian lakukan untuk mengajarkan banyak kebiasaan baik untuk kesehatan diri. 

Membangun kebiasaan hidup sehat tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah atau setelah mulai beranjak dewasa. Berbagai kebiasaan ini sebaiknya dilakukan sejak dini, bukan hanya agar anak jadi jauh lebih sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Tapi juga agar anak jadi lebih percaya diri, dan komunikasi kalian tetap terbuka bahkan setelah dewasa.

Lakukan 7 Hal ini Untuk Membangun Kebiasaan Sehat Bersama Anak

  1. Perkenalan pada Variasi Makanan Sehat

Berbagai jenis makanan sehat memang harus dikenalkan sejak dini. Selain untuk menambah gizi, juga agar anak terbiasa mengonsumsi sayuran, buah, dan berbagai macam protein. Terlebih lagi, perkenalan sudah bisa dilakukan sejak anak masih bayi lewat menu MPASI yang seimbang.

Kalian juga bisa melibatkan anak untuk berkegiatan di dapur. Bukan hanya belajar mengenali bahan makanan, anak juga tahu cara mengolah yang benar untuk menjaga kandungan gizinya. Kalian juga bisa tahu jika anak memiliki reaksi alergi terhadap beberapa bahan seperti kacang, unggas, dan telur. 

  1. Bermain Peran

Lewat bermain peran, anak bisa belajar tentang berbagai banyak hal. Ini bukan hanya sekedar bermain untuk mengisi waktu luang atau mencari tahu apa yang disukai anak. Tapi juga untuk mengajarkan banyak hal seperti alasan harus menjaga kesehatan, hingga mendorong anak jadi percaya diri saat berkunjung ke dokter.

Tidak ada batasan apakah bermain peran hanya dilakukan saat bermain bersama. Kalian juga bisa mengambil peran saat membacakan dongeng, ataupun sekedar mengajarkan hal baru. Anak juga bisa belajar mengenali berbagai emosi dan situasi yang sebelumnya tidak diketahui. 

Untuk mengenalkan peran baru, kalian bisa memanfaatkan acara yang sedang ditonton. Semua ini juga bisa mendorong kreativitas anak dan membiasakan mereka untuk melihat sudut pandang baru. 

  1. Mengurangi Screen Time

Adanya gawai di dalam rumah memang bisa membantu anak untuk berkomunikasi baik dengan keluarga ataupun teman dan juga menikmati hiburan. Tapi, sering melihat layar, baik ponsel maupun televisi, bisa menimbulkan ketergantungan. Karena itu, kalian harus bisa mengatur agar anak tidak terlalu sering menggunakan gawai, terutama selama masa pertumbuhan.  

Terlalu banyak melihat layar tidak hanya punya dampak negatif pada kesehatan mata, tapi juga pada kesehatan mental. Kemudahan akses media sosial membuat anak mudah terekspos pada berbagai hal negatif, mulai dari penipuan hingga perundungan. 

Mengurangi screen time memang bukan hal yang mudah, berapapun usia anak. Tapi kalian bisa menggunakan media dan kegiatan lain sebagai pengalih perhatian anak, misalnya lewat activity book, squishy, building bricks, sebelum mengajarkan anak untuk fokus pada kegiatan di tangan. 

  1. Memanfaatkan Waktu Bersama

Kehadiran kalian sebagai pendamping bisa memotivasi anak yang sedang memulai banyak kebiasaan baik. Anak akan merasa lebih tenang dan nyaman karena ada orang dewasa yang ada dan melakukan kegiatan bersama. Kalian bisa memanfaatkan ini untuk semua aktivitas luar rumah seperti berolah raga, ataupun saat memasak di rumah.

Bagi anak yang ada di masa pertumbuhan, keberadaan kalian selama melakukan semua kegiatan ini jadi salah satu hal yang membuat mereka jadi tenang. Akhirnya, anak merasa percaya diri karena ada dukungan dari orang dewasa di sekitar mereka. 

  1. Membuat Rutinitas

Baik itu makan, istirahat, hingga bermain dan aktivitas lainnya, ada baiknya anak memiliki rutinitas sejak dini. Kalian bisa membuat jadwal yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan masa pertumbuhan mereka. Misalnya, waktu tidur siang balita akan berubah ketika mempersiapkan anak untuk masuk playgroup. 

Pada awalnya, semua rutinitas ini akan terasa kaku dan menyulitkan. Tapi, semua usaha ini bisa terlihat hasilnya setelah anak masuk usia remaja dan dewasa. Anak yang sudah terbiasa dengan semua rutinitas ini akan merasa lebih mudah dalam mengatur stres dan beban mental saat dewasa, karena semua yang dilakukan dengan rutin sudah memberikan kenyamanan bagi mereka. 

Rutinitas kesehatan tidak hanya tentang rajin berolahraga hingga tiga kali dalam seminggu. Tapi juga minum air putih minimal satu liter dan istirahat setidaknya enam jam setiap harinya. Bahkan jika rutinitas sempat berubah, anak tidak akan punya banyak masalah untuk kembali melakukan semua rutinitas ini karena sudah terbiasa sejak kecil. 

  1. Melakukan Berbagai Aktivitas Fisik

Kesehatan tubuh tidak lepas dengan berbagai aktivitas di luar rumah yang bisa dilakukan bersama. Berbagai kegiatan olahraga seperti ikut tim sepak bola, kelas taekwondo, hingga berenang ataupun senam, hingga sekedar bermain dengan teman sebaya bisa jadi aktivitas yang baik. Mendukung anak untuk melakukan kegiatan fisik juga bisa bermanfaat untuk sosialisasi dan kesehatan mental mereka.

Melakukan banyak aktivitas fisik akan mendorong kemampuan motorik anak untuk jadi lebih baik. Kesehatan jantung dan paru-paru, serta pertumbuhan tulang juga bisa jadi lebih baik karena semua kegiatan ini. 

  1. Menggosok Gigi Bersama

Banyak anak yang memiliki masalah gigi dan gusi, mulai dari gigi berlubang hingga ompong. Semua ini karena kurangnya kesadaran untuk merawat gigi, bahkan sekedar menggosok gigi secara rutin juga jarang dilakukan. Tapi kalian bisa mengubah hal ini dengan rajin menggosok gigi bersama setiap hari.

Jangan lupa, anak merupakan peniru ulung yang akan memperhatikan dan menirukan bagaimana kalian membersihkan gigi setiap hari. Karena itu, kalian juga harus siap dengan berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan. Seperti misalnya jika ketika kalian merasa tidak nyaman karena sedang sariawan atau menggunakan gigi palsu.

Kebiasaan Sehat Untuk Masa Depan

Dalam setiap masa pertumbuhan membutuhkan fokus pengalaman yang berbeda. Kalian tidak bisa memaksakan anak untuk tumbuh lebih cepat atau memahami orang lain tanpa penjelasan yang cukup. Begitu juga dalam memupuk berbagai kebiasaan sehat yang bermanfaat untuk masa depan mereka. 

Jika anak sudah terlanjur memiliki beberapa kebiasan buruk seperti memilih makanan manis dan junk food, atau bahkan tidak suka berkegiatan di luar rumah. Kalian tidak perlu khawatir karena semua ini masih bisa diperbaiki. Anak masih bisa memiliki berbagai kebiasaan baru yang lebih sehat lewat berbagai rutinitas bersama.

Kesehatan rongga mulut adalah langkah terbaik untuk memiliki berbagai kebiasaan sehat. Gigi dan gusi yang sehat bisa mendorong kesehatan organ tubuh lain seperti jantung, paru-paru, dan juga syaraf. Karena itu, kalian bisa mulai memupuk kegiatan sehat anak lewat pengalaman yang berhubungan dengan klinik gigi seperti AUDY Dental.

Sebagai salah satu klinik gigi anak, AUDY Dental memiliki tenaga dokter gigi spesialis anak yang tidak hanya membantu kalian memupuk kebiasaan sehat. Tapi juga bisa membantu anak jadi lebih percaya diri dalam bersosialisasi. Senyum anak bisa jadi lebih cerah dan percaya diri lewat perawatan di AUDY Dental. 

https://www.sunnyskiespediatricdentistry.com/post/building-healthy-habits-oral-hygiene-for-young-children

https://waterside.dental/instilling-healthy-oral-habits-in-children/

https://rockymountainkidsdentistry.com/creating-healthy-habits-advice-from-a-pediatric-dentist-on-encouraging-good-oral-hygiene-in-children

https://www.unicef.org/bih/en/stories/developing-healthy-habits-children-early-possible

https://www.portlandpediatric.com/5-simple-steps-to-create-healthy-habits-for-your-kids/

https://techehealth.org/nurturing-healthy-habits-in-children/

https://www.cdc.gov/healthy-weight-growth/tips-parents-caregivers/index.html