Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) aku berharap kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (9-10 Muharram) aku berharap kepada Allah akan dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim no. 1162)
*Pelajaran yang terdapat didalam hadist :*
1- Hukum puasa Asyura ialah sunnah berdasarkan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengindikasikan hal itu
2- Hari Asyura adalah hari saat Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, juga binasanya Fir’aun dan pengikutnya sehingga orang Yahudi berpuasa Asyura saat itu.
3-Keutamaan Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.
4- Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berpuasa pada hari itu sebagai bentuk syukur pada Allah. Beliau pun memerintahkan untuk berpuasa saat itu dengan menggabungkan hari sebelum atau sesudahnya.
يَا رَسÙولَ اللَّه٠إÙنَّه٠يَوْمٌ ØªÙØ¹ÙŽØ¸Ù‘ÙÙ…Ùه٠الْيَهÙود٠وَالنَّصَارَى.
“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,
ÙÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ كَانَ الْعَام٠الْمÙقْبÙÙ„Ù – Ø¥Ùنْ شَاءَ اللَّه٠– صÙمْنَا الْيَوْمَ Ø§Ù„ØªÙ‘ÙŽØ§Ø³ÙØ¹ÙŽ
“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,
Ùَلَمْ يَأْت٠الْعَام٠الْمÙقْبÙÙ„Ù ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ تÙÙˆÙÙÙ‘ÙÙ‰ÙŽ رَسÙول٠اللَّه٠-صلى الله عليه وسلم-.
“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134).
5 – Berpuasa pada 9 dan 10 Muharram lebih afdhol. Adapun berpuasa 10 dan 11 Muharram, itu pun sudah mencapai maksud untuk menyelisihi Yahudi dalam berpuasa.
6- Jika berpuasa tiga hari sekaligus, yaitu 9, 10, dan 11 Muharram tidaklah masalah. Untuk puasa tiga hari tersebut telah didukung dalam berbagai riwayat, “Berpuasalah Asyura ditambah hari sebelum dan sesudahnya.
7- Bagi yang tidak sempat melaksanakan puasa pada 9 dan 10 Muharram, boleh memilih 10 dan 11 Muharram. Karena yang kedua ini pun sama-sama mencapai maksud untuk menyelisihi Yahudi dalam melaksanakan puasa Asyura.
Semoga Allah beri kemudahan kepada kita untuk semangat dalam kebaikan.”Wallahu waliyyut taufiq.”
*Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur’an :*
1- Orang yang berpuasa meninggalkan makan, minum, dan hubungan intim karena Allah, maka Allah akan menganti dengan kenikmatan di surga seperti disebut dalam ayat,
ÙƒÙÙ„Ùوا وَاشْرَبÙوا Ù‡ÙŽÙ†Ùيئًا بÙمَا أَسْلَÙْتÙمْ ÙÙÙŠ الْأَيَّام٠الْخَالÙÙŠÙŽØ©Ù
“(kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
(QS. Al Haqqah: 24). Mujahid mengatakan bahwa ayat ini turun kepada orang-orang yang berpuasa. Lihat Lathoif Al-Ma’arif, hal. 21.
2- Hadits-hadits yang menyebutkan tentang penghapusan dosa karena amal kebaikan di atas sesuai dengan kandungan firman Allah ta’ala,
Ø¥Ùنَّ الْØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ§ØªÙ ÙŠÙØ°Ù’Ù‡ÙØ¨Ù’Ù†ÙŽ Ø§Ù„Ø³Ù‘ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¦ÙŽØ§ØªÙ
“Sesungguhnya amal-amal kebaikan itu akan menghapuskan dosa-dosa.”
(Qs. Huud [11]: 114)
3- Sebagaimana Allah juga menjadikan tindakan menjauhi dosa-dosa besar sebagai sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil. Allah berfirman,
Ø¥Ùنْ ØªÙŽØ¬Ù’ØªÙŽÙ†ÙØ¨Ùوا ÙƒÙŽØ¨ÙŽØ§Ø¦ÙØ±ÙŽ Ù…ÙŽØ§ تÙنْهَوْنَ عَنْه٠نÙÙƒÙŽÙÙ‘ÙØ±Ù’ عَنْكÙمْ Ø³ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¦ÙŽØ§ØªÙÙƒÙمْ ÙˆÙŽÙ†ÙØ¯Ù’Ø®ÙلْكÙمْ Ù…ÙØ¯Ù’خَلًا كَرÙيمًا
“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kepada kalian
niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian (dosa-dosa kalian yang kecil) dan Kami masukkan kalian ke tempat yang mulia (surga).(An Nisa :31)
Demikian Semoga bermanfaat bagi ummat.. (hajinews)























