

Ajakan untuk berkoalisi di pemerintahan Jokowi ini terjadi pada saat Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid berkunjung ke Istana bersama pimpinan MPR. Menurut Hidayat ajakan tersebut disampaikan langsung kepadanya saat duduk bersama dengan beberapa pengurus DPP PKS melalui telpon agar mau bergabung dengan kabinet Jokowi.
Wakil Ketua MPR sudah menegaskan sikap partainya terhadap pemerintah sudah bulat berada di luar pemerintahan Jokowi. Setidaknya ada 3 alasan partainya memilih tetap berada di luar pemerintahan saat ini sebagai bagian dari oposisi.
Pertama, menjadi oposisi adalah pilihan yang paling rasional bagi PKS. Hidayat Nur Wahid menyadari bahwa partainya adalah bagian dari pihak yang sudah kalah di Pilpres 2019 lalu, dan konsekuensinya adalah berada di luar pemerintahan.
Saat dulu zaman Gus Dur pun PKS sudah menjadi partai poros tengah walau menjadi salah satu partai pemenang, lalu pada saat mencalonkan SBY PKS pun menjadi partai pemenang dan tentunya PKS ada di dalam pemerintahannya. Sedangkan dengan Prabowo PKS kalah dan PKS harus menerima itu dengan tidak masuk kedalam pemerintahan saat ini.
Kedua, sikap dari Majelis Syuro dengan tegas menyatakan bahwa PKS tetap menjadi oposisi yang tetap konsisten berada di luar pemerintahan.
Ketiga, PKS mempertimbangkan aspirasi dan suara dari konstituen. Mereka diposisikan sebagai pemegang suara tertinggi di dalam partai, dan mayoritas sudah bersuara bahwa PKS mutlak harus tetap berada di luar kabinet Jokowi-Amin.
Rayuan pihak istana ini tentu bertujuan untuk memperkuat pemerintahannya saat ini, agar semua partai termasuk PKS mau bergabung di dalam kabinet Jokowi-Amin. Dengan masuknya partai PKS kedalam pemerintahan mungkin saja akan memuluskan semua rencana-rencana pemerintahan Jokowi saat ini, dengan tidak ada lagi partai yang menentang kebijakan dari pemerintahan saat ini.
Tetapi rayuan pihak istana tersebut tidak membuat PKS merasa tergiur, karena memang sejak awal PKS sudah konsisten berada di luar pemerintahan atau menjadi satu-satunya partai besar yang menjadi oposisi.
Membentuk Karakter Tangguh Lewat Pendidikan Pesantren
27 Mei 2025 | 234
Di tengah era globalisasi yang semakin kompleks, pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk karakter individu. Salah satu bentuk pendidikan yang terus berkembang di ...
Channel Baru? Boost Pertumbuhan dengan Jasa Subscriber YouTube Lokal
15 Apr 2025 | 321
Dalam era digital saat ini, memiliki channel YouTube yang sukses menjadi impian banyak orang. Dengan jutaan pengguna aktif setiap harinya, YouTube memberikan peluang besar bagi setiap ...
Kunci Peningkatan Kualitas Hidup di Wilayah Terpencil
8 Okt 2024 | 828
Edukasi kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah terpencil yang sering kali kurang mendapat perhatian dari pemerintah ...
Tetap Bahagia dan Jauhkan Rasa Gundah
7 Jun 2023 | 1446
Penting bagi seorang mukmin selalu menunjukkan sikap bahagia dan bersyukur, meskipun sedang mengalami banyak masalah, penderitaan atau kesedihan. Dengan modal dasar keimanan yang kuat yang ...
Jangan Terburu-buru! Perkirakan Jarak dan Waktu Tempuh ke Lokasi Ujian SNBT
25 Apr 2025 | 490
Persiapan menjelang ujian seleksi nasional berbasis tes (SNBT) adalah momen penting yang memerlukan perhatian lebih, terutama dalam hal manajemen waktu dan jarak. Salah satu faktor krusial ...
PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH APOTEKER UNHAS
31 Mei 2024 | 381
Universitas Hasanuddin (UNHAS) kembali melangsungkan pelantikan dan pengambilan sumpah bagi para lulusan program studi Farmasi. Acara solenitas ini merupakan momen penting yang menandai ...