Duhai anakku….Kemarin aku bertemu teman-temanku. Mereka dengan bangga menceritakan anak-anaknya yang baru selesai S3,
ada yang baru saja datang ke wisuda anaknya di Melbourne
ada yang banga karena anak semata wayangnya sudah menjadi dokter,
ada yang bangga karena anaknya jadi direktur dan manajer,
ada yang bangga karena anaknya menjadi pemenang cover girl,
ada yang bangga karena anaknya menjabat asisten manager,
ada yang bangga karena anaknya menjadi fashion designer,
Ayah hanya mampu tersenyum dan mengucapkan selamat kepada mereka semua….
Bukan karena ayah iri ataupun kecewa, bukan pula karena ayah ingin berada di posisi mereka, melainkan karena ayah bangga memiliki putri seperti dirimu….
Yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia
Yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara
Yang pribadinya ayah doakan mampu menjadi anak sholihah
Ayah tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka atau bahkan melebihi mereka, karena ayah sadar kebahagiaan dunia tak akan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri yang selalu ayah cinta
Dengan kesederhanaan dan hijab syar'inya
Dengan ketaatanmu kepada Allah semata
Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja…
Cukuplah kau tutup auratmu!
Cukuplah kau jadikan Alqur'an sebagai teman hidupmu!
Cukuplah doamu selalu untukku!
Duhai putriku…Cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih surga Allah tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya
Maka ayah akan selalu bangga memilikimu. Cukuplah ketaqwaanmu pada RAbbmu
Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka
Sungguh! ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholihah, sedangkan dunia dan rezeki yang lainnya semata -mata bonus dari Allah saja.























