Anies Rasyid Baswedan adalah salah satu tokoh publik Indonesia yang perjalanannya di dunia politik tergolong unik. Lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada Mei 7, 1969, Anies tumbuh dalam keluarga akademisi. Kakeknya, AR Baswedan, adalah tokoh nasional dan pahlawan perintis kemerdekaan. Latar belakang keluarga ini memberikan fondasi kuat dalam pendidikan dan kepedulian sosial.
Awal Karier dan Dunia Akademik
Sebelum terjun ke dunia politik, Anies dikenal sebagai akademisi dan intektual muda. Ia meraih gelar doctor di bidang ilmu politik dari Northern Illionois University, Amerika Serikat, setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan S2 di University of Maryland. Namanya melejit saat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun, menjadikanjya salah satu rector termuda di Indonesia.
Tahun 2009, ia mendirikan program Indonesia Mengajar, yang mengirimkan lulusan-lulusan terbaik dari berbagai universitas untuk mengajar di daerah terpencil. Program ini menui pujian dan semakin mengangkat namanya sebagai topkoh muda pembawa perubahan.
Terjun ke Dunia Politik
Karier politik Anies dimulai pada 2014 ketika Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam cabinet Kerja. Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama. Ia digantikan pada reshuffle cabinet tahun 2016, meski begitu, Anies tetap mendapat perhatian publik berkat gaya komunikasinya yang tenang dan narasi politik yang kuat.
Gubernur DKI Jakarta
Titik balik terbesar dalam karier politik Anies terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Bersama Sandiaga Uno, Anies maju sebagai calon gubernur dengan dukungan koalisi pasrtai Gerindra dan PKS. Mereka berhasil mengalahkan pertahanan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kontestasi yang penuh dinamika dan kontroversi.
Menjabat Gubernur DKI Jakarta dari 2017 hingga 2022, Anies dikenal dengan sejumlah program polulis seperti revitalisasi trotoar, pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), dan program rumah DP 0 rupiah. Meski menuai kritik dalam beberapa kebijakan, kepemimpinannya juga mendapat pujian dari berbagai kalangan, terutama dari masyarakat kelas menengah perkotaan.
Maju sebagai Capres 2024
Setelah masa jabatannya berakhir, Anies terus menjadi perbincangan dalam bursa calon presiden 2024. Ia akhirnya resmi maju sebagai capres dengan dukungan koalisi pasrtai NasDem, PKS, dan partai Demokrat (yang sempat menarik dukungan). Anies memilih Muahimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapresnya.
Dalam pilpres 2024, Anies menempati posisi kedua dalam hasil akhir, kalah tipis dari pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming. Meski tidak menang, pencapaiannya dianggap luar biasa, karena ia mampu membangun kekuatan politik tanpa infrastruktur partai sendiri.
Peran Politik Pasca Pilpres
Hingga September 2025, Anies masih aktif di panggung politik nasional. Ia dikenal sebagai figure oposisi yang vocal dalam mengkritisi kebijakan pemerintah pusat. Banyak pihak meyakini ia tengah membangun basis politik jangka panjang untuk pemilu mendatang. Ia juga rutin menghadiri forum-forum intektual dan diskusi publik, menjaga relavansinya di tengah dinamika politik yang terus berubah.























